Thursday, 27 January 2011

GORESAN PENA ANAK (SOK) EXACT



Berawal dari sepasang bola mata
Bayangan wajahmu terekam pada retina
bagai sinar kosmis di kala senja
Pancaran auranya merambat lurus ke hatiku
Saat itu pula hukum III newton berbicara
Setiap aksimu memicu reaksi pada diriku

Lengkungan 300 di bibirmu
Membuat denyut jantungku berubah-ubah tak beraturan
Otot arteri ikut berkontraksi tak karuan
Gelombang suara syahdumu bagai mantra
Menggetarkan tulang martil, membangunkan rumah siput
Menyihirnya menjadi irama impuls sensorik nan merdu
Suhu tubuhku naik turun
Celcius dan kelvin tak mampu menebaknya
Tubuhku seakan ditarik oleh sebuah gravitasi
tak ku tahu apa namanya
Galileo tak akan mengerti gejala ini
Semuanya begitu rumit bagai variabel yang tak jelas
Phytagoras dan al-jabar juga tak mengerti akan hal ini

Atau inikah yang dinamakan unsur cinta?
Tersusun atas molekul molekul empati dan simpati
Reaksi rindu memancing hasratku bersama dirimu dalam ikatan kovalen
Sama memberi dan sama menerima
Hingga membentuk senyawa kasih dan sayang

Tapi sayang,,,,,,,,,,,,,,,,
keinginanku hanyalah bersifat maya
Ibarat  Habiscus rosa-sinensis
Engkau telah dimiliki oleh lebah yang lain
Manisnya cinta berubah menjadi empedu
Seluruh urat nadiku terinfeksi virus-virus cemburu
Pikiranpun menjadi kacau kemudian hampa
Akalku terbang melayang bebas bagai partikel gas
Inginku hapus bayanganmu dalam memori
Namun daya dan energiku tak cukup
Diriku telah terperangkap dalam medan magnet pesonamu
Daya tarikmu  terlalu kuat
Senyummu itu terus mengorbit di kepala
Hati ini telah dikelilingi orbital-orbital kekaguman akan dirimu
Menampung elektron harapan dan kerinduan
Aku benar benar sakaw akan kehadiranmu

Sudahlah...........
Aku sadar Cintamu hanya ibarat fatamorgana
Tak mungkin aku menggapainya.



Studio RAMA, 22 januari 2011

By:    ilo’ manzur to garetta’e
        Class XII IPA (ala kadarnya) 




Post a Comment