Wednesday, 17 October 2012

NARUTO PENENTANG JABARIAH



“Bakat itu ditentukan sejak lahir. Bisa dikatakan semuanya ditentukan sejak manusia lahir. Lihatlah kenyataan !  orang yang jadi hokage terlahir dengan takdir seperti itu, bukan sesuatu yang bisa didapat karena berusaha, tapi sudah ditetapkan oleh takdir . manusia hanya bisa terus hidup tanpa menentang arusnya masing masing” (Neji Hyuga)
              

   Apa yang dikemukakan oleh neji pada chapter 100 (preparation for the worst) serupa dengan paham aliran jabariah yang berpemahaman bahwa segala sesuatu yang terjadi pada  manusia terikat oleh kehendak Allah dan memang sudah ditentukan sejak awal oleh takdir Tuhan. Paham seperti ini juga dikenal dengan nama fatalism, di mana manusia tak memiliki kebebasan untuk keluar dalam lingkaran takdirnya.  Dengan demikian fir’aun menjadi kafir, musa menjadi soleh,  atau barsisha yang dahulunya ulama diakhir hayatnya menjadi kafir, itu semua adalah hal yang telah diatur oleh-Nya.  Obama menjadi presiden ke-44 di Amerikagakure karena takdirnya memang seperti itu. Bahkan anda yang membaca tulisan ini memang telah tercatat jauh sebelumnya di lauhul mahfuz.
                Pendapat seperti itu akhirnya ditentang oleh naruto pada chapter 103 (loser)
“Beranggapan kalau takdir semuanya sudah ditetapkan karena kejadian. itu adalah salah besar”. _Setelah mengatakan kalimat tersebut, naruto mengejutkan neji dengan mengeluarkan chakra siluman rubah ekor sembilan padahal neji telah menutup 64 tenketsunya_. 
Takdir memanglah hal yang sulit dipahami. Apakah sebuah ketentuan ataukah pilihan. Dari sini pula terjadi kontrdiksi antara jabariyah yang dipegang oleh neji dan qadariyah yang dianut oleh Naruto. Jabariyah tidak selamanya salah, karna terkadang ada takdir yang tak bisa ditentukan oleh manusia misalnya kematian atau hari kiamat. Hanya ada satu takdir yang sama pada siapapun juga, yaitu kematian (neji hyuga). Paham aliran Qadariyah pun tak sepenuhnya salah, karena Allah tak akan merubah suatu kaum kecuali mereka merubahnya sendiri.
                Jadi siapa yang benar-benar benar. ??? hidup ini tidak selamanya berbicara masalah hitam dan putih kawan !. Namun terkadang kita menemukan titik abu-abu. Maka dari itu, muncullah ahlusunnah wal jama’ah yang mengambil jalan tengah pada masalah ini bahwa manusia bertindak sesuai dengan kemauannya namun kemauan tersebut tidak lepas dari kekuasaan Allah SWT.

Nah ! bagaimana dengan lauhul mahfudz ?
Lebih tepatnya,  lauhul mahfudz tidak lepas dari sifat Maha Mengetahui Allah, yang merupakan simbol ketidak terbatasan pengetahuan-Nya atas segala sesuatu. Bukan kewenangan mutlak Allah kepada makhluq-Nya. Dengan demikian Allah masih tetap memberi kebebasan kepada hamba-Nya untuk memilih jalannya masing-masing apakah mau beriman atau kafir, mau rajin atau malas, mau pintar maupun bodoh.  Hanya saja Allah telah mengetahui hal tersebut jauh sebelum manusia diciptakan.
Hal ini bisa dianalogikan dengan prediksi Deddy Corbuzier pada saat piala dunia, bahwa spanyol akan menang. Nah pertanyaannya. Apakah prediksi deddy yang membuat spanyol menang atas belanda ?? tentu tidak. Kemenangan tersebut ditentukan atas usaha el-matadora.
Intinya, ikhtiarlah yang akan menjawab seperti apa takdir kita sebagaimana yang digambarkan pada naruto. Karena seseorang  tidak akan mengetahui takdirnya sebelum berusaha. Namun perlu diingat “ man purpose, god dispose” . semuanya itu terjadi atas kehendak Allah, manusia tak boleh takabbur dengan ikhtiarnya. Dalam penggalan syairnya, Bahril Hidayat Lubis berkata, “mereka yang menjadikan ikhtiar sebagai tuhannya. Padaha do’a merupakan esensi dari ikhtiar”. Di akhir kekalahannya pun neji mengakui hakekat dari sebuah ikhtiar.
Apakah yang disebut takdir manusia hanya sesuatu yang berarak seperti awan dalam arus yang telah ditetapkan ?.  Ataukah sesuatu yang bisa dipilih atas kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut ?. Keduanya mungkin saja akan sampai di akhir yang sama. Hanya saja, saat memilih cara yang kedua, seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya. (Neji hyuga)


BY : ILOCHIMARU
Post a Comment