Friday, 7 December 2012

MEMAKNAI SANG WAKTU



Di barat waktu adalah uang yang jika tak diambil akan mendatangkan penyesalan.
Di timur waktu adalah pedang. Menebas  pemilik yang tak menggunakanya dengan baik.
Di Indonesia waktu adalah Karet. Fleksibel, unpredictable, gampang diatur. Iya gak?
Hasan albanna mengatakan waktu itu adalah kehidupan. Betul juga soalnya orang mati berarti udah kehabisan waktu dan telah mencapai garis finish umurnya.
Waktu itu jauh
Imam Al-ghazali pernah memberikan teka-teki kepada muridnya
, “apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”. Para murid memiliki jawaban yang beraneka ragam.
Murid 1: " Negeri Cina "
Murid 2: "Bulan"
Murid 3: "Matahari"
Murid 4: "Bintang-bintang"
Iman Ghazali: "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu.

Dan tahukah kita berapa jarak bulan, matahari dan bintang dari bumi
Bulan
Matahari
Bintang (terdekat setelah matahari)
·         Alpha Centauri
·         Bintang Barnard
·         Wolf 359
·         Lalande 21185
Bintang terjauh

450.000 km (1,5 detik cahaya)
149.juta km (8 menit cahaya)

4,2 tahun cahaya.
6 juta tahun cahaya
7,8 tahun cahaya
8,3 tahun cahaya
13,07 milyar tahun cahaya
NB :
·         Kecepatan cahaya                               = 300.000 km/s
·         Jarak 1 tahun cahaya          = 300.000 km/s x 60 (detik) x 60(menit) x 24(jam) x 360 (hari) = 9.331.200.000.000 km
·         Jadi, 1 tahun cahaya            = 9,331 triliun km
Jika bulan dan bintang-bintang sejauh itu. Bagaimana dengan masa lalu yang lebih jauh lagi menurut Imam Al-gazhali?.

Selanjutnya, Beberapa abad setelah al-Ghazali muncul seorang ilmuwan juga muncul dan  terkenal dengan simbolnya E= mc2.(*einstein). Tepat sekali. Jika al-Ghazali mengatakan waktu tidak akan bisa kembali. Lain halnya dengan Einstein yang mempunyai alternatif lain. Ia berteori seandainya ada kendaraan ataupun manusia yang mampu melaju dengan kecepatan cahaya(300 ribu km/detik), maka ruang bisa diperpendek, dan waktu bisa diperlambat. Artinya kita bisa kembali ke masa lalu. Sementara kecapatn cahaya yang saat ini kita ketahui adalah 300 ribu km/detik. Benar-benar cepat dari apa yang kita bayangkan. keliling bumipun (yang jaraknya sekitar 40.000 km) tak akan sampai sedetik dengan menggunakan kecepatan tersebut.
Sayangnya, sampai sekarang belum satupun di temukan kendaraan seperti itu.  Space shuttle aja baru mencapai 20 ribu mil/jam. Sangat jauh jika dibandingkan dengan kecepatan cahaya.
Well, bisa atau tidaknya manusia ke masa lalu, itu tergantung persepsi dan keyakinan anda. Intinya dari ke 2 pendapat orang besar tersebut, kita sepakat bahwa betapa sangat dan sangat jauhnya  waktu yang telah berlalu meskipun 1 detik. Sampai-sampai Einstein membutuhkan kecepatan cahaya untuk mengejar 1 detik yang baru saja pergi.
Sebenarnya tanpa teori sekalipun kita semua sudah tahu betapa jauhnya masa lalu. Namun terkadang kita menggapnya begitu remeh. Olehnya itu kolaborasi antara teka teki al-ghazali dan teori Einstein yang tadi,  hanya sekedar menggambarkan betapa besar dan berharganya hal yang sering-kita sia-siakan dan lewatkan begitu saja. 

Waktu itu singkat
                Seorang guru besar pernah bertanya. “Mengapa ketika turnamen sepak bola berlangsung, para pemain ga ada yang menelepon, nonton tivi, kirim sms, apa lagi facebookan?”.(*pertanyaan apaan tuh?). pertanyaannya memang aneh tapi lihat dulu jawabannya.   karena waktu yang digunakan hanya 90 menit (*jawabannya juga aneh). bayangkan jika waktu yang disediakan 90.000 menit, kira-kira apa saja yang akan dilakukan ke 11 pemain tersebut. tentu mereka sempat makan, tidur, nonton, Ye’eM-an.
 Ini tentang kesadaran akan singkatnya waktu yang dimiliki. Itulah alasan mengapa pemain bola langsung berlari ketika peluit pertama dibunyikan. Apalagi ketika masa-masa injury times. Mereka akan mengerahkan seluruh energinya untuk membuka setiap peluang menciptakan goal.
Sama halnya dengan hidup kita. Ketika peluit kehidupan telah berbunyi manusia mengawalinya dengan perjuangan bertahan hidup, belajar, berkembang,  dan bertindak. Sayangnya manusia terkadang lupa bahwa hidup ini seperti lapangan sepak bola. Dimana kita harus selalu siap dan bersegera dalam memanfaatkan momentum untuk mencetak goal kehidupan.
Kita terlalu menganngap remeh waktu yang berlalu. Hidup ini terlalu murah jika hanya untuk melakukan hal yang biasa-biasa saja. Jangan biarkan sisa umur kita berakhir tanpa mencetak goal sedikitpun. Umur panjang namun prestasi kurang. Hidup berabad namun tiada manfaat. Jarum jam selalu berdetak, bagamana mungkin kita diam tak bergerak. Sed fugit interea, fugit inreparabile tempus.
Jika ingin tahu makna……….
Maka tanyakan kepada………………………….
Satu tahun
Satu bulan
Satu minggu
Satu jam
Satu menit
Satu detik
Satu milli detik
Siswa yang tidak naik kelas
Ibu yang melahirkan bayi prematur/ puasa ramadhan
Editor majalah mingguan
Seseorang yang telah lama menunggu kekasihnya
Orang yang ketinggalan kereta
Orang yang hhampir saja kecelakaan
Peraih medali perak olimpade marathon

Jika waktu terus berjalan, maka seharusnya kita berlari !!!.
Post a Comment