Saturday, 2 March 2013

Rumah Gede bikin Cape'


Bukannya sombong, tapi tidak salah jika orang memanggilku sebagai mahasiswa terkaya. Tempat tinggal besar bertingkat tiga dengan berbagai fasilitas. Dispenser? Ada. TV ada. Komputer? ada. Mesin cuci ada. Apalagi? ayo silahkan nanya!.

Monday, 25 February 2013

Keropak


           Jum’at. Ada yang unik pada hari ini. Libur kuliah? bukan. Dapat ayam tulang lunak dari kantor? bukan juga. Telat mandi? Hah, itu sih hampir setiap hari. Mau tau banget atau  mautau aja nih? Ok aku bocorin.
Kemarin, waktu semester satu aku

Sunday, 10 February 2013

Design by Powerpoint

          hey guys, I wanna shares somepictures containing wiseword for this week
  (#tumben lu pake bahasa inggris/ *hehehe little-little I can).
       Basicly, I don't have any skill in graphic design.
I'm poor in corel draw, photoshop or any other designing software. But it doesn't stop me to make creation in design. one day someone order me to make a wiseword  picture for the TV screen in Andalusia mosque, while One software I'm expert enough in it is only powerpoint . So, these are my master of piece (#lebway) by using power point. I just take the pictures and combining them with the wiseword and some effects of power point. Check this out..

Friday, 1 February 2013

"Aku tersesat di sebuah jalan yang bernama kehidupan"

Setelah perang Dunia Shinobi, Seorang genin bernama Ilomaru menuju ke desa Konoha untuk menemui Kakashi Hatake. Mereka sudah janjian ketemuan di atas bukit patung Hokage. Rencananya, Ilomaru ingin belajar teknik Chidori darinya, biar lebih hemat listrik. hehehe(Soalnya tahun ini Subsidi Listrik Dikurangi, PLN menaikkan tarif dasar listriknya sebesar 15%). Setelah lama menunggu akhirnya dia datang juga.

Kakashi   : Maaf Lo’, tadi aku tersesat disebuah jalan yang bernama kehidupan.

Friday, 25 January 2013

Melacur, Onani atau Impoten. Yang manakah dirimu?


"Ada pertanyaan?" tanya Pak Dosen sambil menatap para mahasiswanya. Namun suasana hening penuh kebisuan sudah cukup menjadi jawaban baginya.
Sejak 30 menit yang lalu suasana kelas masih hanya diisi oleh suara dia saja. Dosen yang satu ini memang terlihat calm dan sabar. Namanya Pak Manzhur. Perhatikan baik-baik ejaannya. Manzhur. Bukan Mansyur, Manshur, ataupun Mantsur. Ia tak akan membiarkan orang salah melafalkan namanya.
"Sedikit saja salah lafal, maka perubahan maknanya berakibat fatal", tegas Dia di awal perkenalan minggu lalu.
Dan memang benar. Mansyur[1] berarti “nama yang tersiar”, Manshur[2] artinya “orang yang mandapat pertolongan”, sedangkan Mantsur berarti “Sesuatu yang berhamburan”. Adapun Manzhur[3] (Namanya sendiri) berarti “Orang yang diperhatikan”. Tapi sepertinya nama tersebut bukanlah doa yang terkabul kali ini.

Friday, 18 January 2013

Ujung jarumpun mengalirkan darah


Laa tahtaqir syay’an shogiiran muhtaqoran. Farubbama asaalatid-daama al ibru
Jangan menghina sesuatu yang kecil, karena kadang kala ujung jarumpun mengalirkan darah


           Orang-orang  menamai mereka Si bocah kecil dan manusia gemuk alias the little boy and Fat man. Ke dua makhluk inilah yang meluluh lantahkan kota hiroshima dan nagasaki. Sebuah tragedi ketidak manusiaan sekaligus pertunjukan kekuatan ilmu pengetahuan yang memakan milyaran dana dan darah. Jumlah korban yang tewas di taksirkan 140 ribu warga hiroshima dan 74 ribu warga nagasaki. Berbagai kecaman pun bermunculan untuk mengutuk tindakan biadab tersebut. Namun jika kembali ditelusuri justru hal itulah yang

Friday, 11 January 2013

Orang Bugis-Makassar = Manusia kasar? [Part II]



Dalam hati aku juga mengiyakan tentang tawuran itu, namun jelas tak bisa ku terima jika nilai-nilai leluhurku hanya dianggap semu. Jelas ia belum melihat Masyarakat bugis secara keseluruhan.
“Mana Budaya Siri’ orang Bugis-Makassar kalau begitu, mereka jelas tidak malu bahkan dengan bangganya menampilkan aksi-aksi bar-bar mereka di media. Anda juga bilang Pacce itu simbol kesetiakawanan?. Tapi mana?. Mereka justru saling menyakiti satu sama lain. Padahal sama-sama orang Bugis-Makassar loh.”
Ku lirik Si Udin, mukanya memerah entah itu karena malu atau marah.
“Kalian berdua itu lucu sekali. Jangan mentang-mentang orang Bugis-Makassar sikap objektif kalian hilang demi keberpihakan. Jangan-jangan kalian juga sama bar-barnya dengan mereka”
Si Udin tak tahan dan angkat bicara,“Hei bung, tidak semua orang batak itu sopir angkot, tidak semua orang papua itu kampungan, tidak semua orang sunda tidak bisa mengucapkan F, tidak semua orang padang itu pandai dagang. Begitu pula dengan orang bugis-Makasar tidak semuanya kasar. Ini bukan statistika bung, Jangan seenaknya menjudge individu berdasarkan watak sampel yang dominan. Anda jelas belum melihat secara keseluruhan”, suara Udin semakin meninggi.
“Hahahah, Benar-benar polos. Justru keilmiahan itu dilihat dari statistik. Kalau memang tidak seperti itu. Buktikan!”