Labels

Showing posts with label cuap-cuap zap zap. Show all posts
Showing posts with label cuap-cuap zap zap. Show all posts

Tuesday, 28 April 2020

[La Casa de Papel] - Kebucinan dalam Barisan Perlawanan




     Sudah berabad-abad lamanya, dari zaman Robinhood sampai Hamza Bendelladj meretas ratusan bank, kejahatan seperti perampokan dan pencurian tidak selalu mendapat citra yang buruk di mata kita. Terkadang tindak kriminal dapat menarik hati publik ketika dibungkus dengan alur cerita yang heroik dan penuh romantika. Sedari kecil kita pun mungkin senang dengan kartunnya Aladdin dan serial Thief of Baghdad yang latar belakang tokohnya bukanlah seorang pahlawan melainkan pencuri.

    Selama pandemi ini, saya melihat banyak kawan-kawan di jagat maya mulai mengikuti serial Netflix “Money Heist” yang memang lagi populer. Sebelumnya serial ini ditayangkan oleh Antena 3, salah satu stasiun TV di Spanyol, dengan judul originalnya yaitu La Casa de Papel, yang sebenarnya jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi House of Paper. Namun karena Netflix sudah pernah meluncurkan film House of Cards, (mungkin biar gak sama) maka La Casa de Papel diganti menjadi Money Heist sebagai judul mancanegaranya. Mungkin kayak “Perempuan Tanah Jahanam”nya Joko Anwar yang berganti judul mancanegara menjadi “Impetigore”.

    Bagi yang belum menonton, La Casa de Papel bercerita tentang sekelompok geng yang melakukan aksi perampokan yang cerdik dan tak lazim di sebuah pabrik percetakan uang di Spanyol (Royal Mint of Spain). Sebelum melakukan aksi tersebut, mereka telah belajar berbulan-bulan dalam mempersiapkan berbagai strategi untuk segala kemungkinan yang akan terjadi selama perampokan.

Thursday, 23 May 2019

Sepenggal Memori : Selamat jalan Gurunda


Subuh ini saya melihat lini masa dipenuhi berita duka atas berpulangnya salah satu Ulama terbaik negeri ini ke rahmatullah.

Beliau banyak dikagumi dan dibicarakan oleh kawan kawan saya semasa kuliah dulu, terutama kawan kawan yang tinggal di sekitar pemukiman az-zikra. Saya juga pernah sekali berbicara langsung dengan beliau, sayangnya itu adalah pengalaman yang kurang mengenakkan buat saya.

***
Waktu itu saya diberi misi oleh seorang Imam Andalusia untuk mengantarkan surat undangan khatib jum'at ke Beliau.  Katanya ”harus berhasil”. Wassem, mendengar itu saya pesimis duluan, wong siapa saya. "Justru seharusnya sesama Imam yang mengundang Imam", batinku. Namun karena sudah diberi amanah apa boleh buat, setidaknya surat itu harus sampai ke tangan Beliau.

Tuesday, 30 May 2017

La Garetta' #11 [Masih Di Balik Jeruji]

Bagitu gaduh penjara hari itu. Tahanan kelas bawah datang menyusup ke jeruji sebrang demi menemui tersangka kasus pencabulan yang mereka dengar dari desas-desus. Melihat semua mata melirik Ilo’, kini para tahanan itu berkumpul mengelilinginya. Kepala sipir mulai komat kamit memanggil bantuan melalui walkie talkie. Ilo’ kebingungan sementara dua teman ngobrolnya khawatir tak bisa melakukan apapun.

Di tengah kerumunan massa berotot kekar itu,  ada satu orang yang tiba tiba melangkah maju ke depan ilo’ dengan memegang sebuah alat yang bentuknya mirip pistol. Ilo pun semakin cemas tatkala alat itu diarahkan ke badannya.

“Bang, bisa minta tanda tangan di punggung saya gak? Pake ini.!”, sambil menyerahkan benda itu. Barulah ilo’ tahu kalau yang diserahkan kepadanya adalah sebuah alat jarum tatto. Nampaknya lelaki itu adalah big Boss dari jeruji sebelah. Semua tahanan mengikutinya. Dan beruntungnya ia adalah salah satu fans berat ilo’ semenjak terjun di dunia kriminal.

Thursday, 2 February 2017

La Garetta' #10 [Di Balik Jeruji]

        Sudah seminggu Ilo’ mendekam di penjara pasca tuduhan kasus asusila tersebut. Meskipun statusnya masih tersangka dan diizinkan untuk beraktivitas di luar seperti biasanya, baginya sama saja, mau di mana pun semuanya seperti penjara. Gerak nya semakin terbatas. Di mana-mana banyak mata. fans dan pers sama sama mengintai. Bersiap untuk menghujani nya dengan berbagai pertanyaan. Cape' Deh.

Dalam keadaan seperti ini, mungkin penjara memang tempat yang lebih baik untuknya menikmati kesunyian dan menjalani perenungan. Ia melihat bahwa sejarah telah mencatat sejumlah mutiara mutiara yang bersinar di balik jeruji. Seperti Nelson Mandella yang dibalik penjara sempat menulis karya berjudul "Conversation with Myself". Bung Hatta menulis "Indonesia Vrij". Ada juga Pram dengan tetralogi Pulau Buru nya. Hamka dengan Tafsir al-Azhar nya. Ibnu Taymiyah dengan Majmu' Fatawa. atau Sayd Quthb dengan Tafsir Fi Zilal al-Qur'an dan Ma'alim fi al-Thariq.  Ilo’ sempat berpikir mungkin dia juga harus menulis karya seperti mereka. Tapi menulis apa? dan untuk apa?. Biar abadi? biar dikenal dan dikenang?. Toh, Ia sudah terkenal. Dan ia juga tak perlu menulis untuk dikenang, sebab dialah sang objek yang ditulis. Para jurnalis sudah beberapa kali menulis tentang dirinya di kolom kolom media. Para penulis sudah banyak menulis buku biografi tentangnya. “Jadi Untuk apa?” alasan itu tak ia temukan. Namun andaikan ada alasan yang paling logis untuknya menulis, mungkin adalah “untuk siapa?”. Ya. Tapi untuk siapa?.

Thursday, 26 January 2017

Bookspirasi : Tamasya ke "Perpustakaan Kelamin"


 Sekilas tentang Perpustakaan Kelamin

Novel ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Hariang yang dibesarkan oleh seorang Ibu yang sangat mencintai buku. Di dalam rumah, ada sebuah ruangan yang sangat dirahasiakan oleh ibunya. Tiap kali Hariang menanyakan perihal tersebut, ibunya selalu mengelak dengan berkata “Kamu belum waktunya tahu”. Tak jarang perihal tersebut menimbulkan pertengkaran diantara mereka berdua.

Barulah ketika Haring beranjak Dewasa, ia kembali memberanikan diri untuk kembali menanyakannya. Dan kini Ibunya mengizinkan. Saat dia membuka ruangan tersebut, ia terkejut. Ruangan yang  selama ini  ia kira makam ayahnya ternyata adalah sebuah perpustakaan dengan ribuan buku  yang dikumpulkan dari hasil keringat ibunya selama ini. Uniknya, rahasia yang selama ini ditutupi oleh ibunya merupakan sebuah metode yang sengaja diterapkan sang Ibu.

"Merahasiakan ruangan ini dari kamu, adalah mutlak rencana ibu. Alasan ibu sederhana, biar kamu terus bertanya, merindukannya, lalu jatuh cinta kepada yang ibu rahasiakan itu, sesaat setelah kamu mengetahuinya”
“Ibu hanya ingin kamu jatuh cinta kepada buku, menganggapnya sebagai benda yang istimewa”
(hlm 10)

Wednesday, 27 April 2016

La Garetta' #9 [Misdirection]

Mata Rakyat telah dicabut, Rakyat meraba-raba dalam kasak Kusuk
_Sajak Mata Mata WS Rendra_

      Sebuah konferensi rahasia yang dihadiri oleh orang-orang penting negara, berlangsung di bawah sana. Mereka sedang menggelisahkan sebuah berita yang mengancam rahasia negara tercuat ke publik.

“Hanya karena sebuah postingan blog, waktuku terbuang di tempat ini?”, Gumam seorang petinggi A.

“Aku juga tak menyangka dampaknya akan separah ini. Beberapa Stasiun TV telah memberitakan kesotoyan kesotoyan mereka”, diikuti gumaman petinggi B.

“Mau bagaimana lagi?, ketika satu anjing menggonggong, anjing yang lain ikut menggonggong meski tak tahu apa yang sebenarnya digonggongkan”, Petinggi C bergumam tenang

“Kalau begitu segera perintahkan anjing anjing media itu untuk menghentikan berita nya!.” Seru petinggi D

Slow Down, Baby!, Kau kira dengan seperti itu gonggongan akan berhenti?. Saat ini, publik tak sebodoh itu. Ketergesa-gesaan kita justru akan membuat masyarakat semakin curiga” Petinggi E ikut angkat bicara

Sunday, 3 April 2016

Bookspirasi : Heksalogi "Supernova", Faynelih!!




 [26/2/16 - 10.00 AM]. Lagi lagi saya digelisahkan detik detik penantian untuk sebuah buku. Fokus untuk kerja buyar sudah. Tak henti hentinya saya memantau timeline di twitter. Beberapa akun sudah memposting-pamerkan kiriman paket novelnya, menyambut kelahiran si bungsu dari serial supernova “Inteligensi Embun Pagi”.

Pertemuan dengan Supernova

Mungkin ini pertama kalinya Samudra Inspirasi post tentang supernova, maka tak lengkap puas rasanya jika saya tidak bercuap cuap tentang asal mula mengenal Supernova.

Perkenalan saya dengan serial supernova di mulai dari petir yang lahir pada tahun 2004. Saat saya masih bocah SMP, saya mengenal Petir hanya dari sinopsis yang terpampang di sebuah Koran Asrama (Saat itu sedang mondok, kebetulan kami kurang lebih 60 orang penghuni asrama patungan untuk langganan koran tiap hari nya). Membaca sinopsisnya saya agak tertarik dan penasaran, Covernya pun Unik. Sayangnya saya sadar, kalau penasaran itu tak boleh saya pelihara, karena tak ubahnya saya dengan si pungguk yang merindukan bulan. Percuma merindukannya. Akses ke toko buku saat itu sangat sulit. Gramedia hanya ada di ibukota Makassar. Pemesanan online kayak sekarang pun masih asing di daerah saya saat itu.

Saturday, 9 January 2016

Sotoyyo, Ergo Sum


     Cendekiawan mana yang tak tahu ungkapan “Cogito Ergo Sum”, sebuah konsepsi filsafat yang keluar dari ijtihad briliant Rene Descartes. “Aku berpikir maka aku Ada”. Konsep ini menunjukkan pada kita bahwa eksistensi manusia ada pada sejauh mana manusia menggunakan pikirannya. Di mulai dari rasa ragu akan semua hal, kemudian mempertnyakan, lalu memikirkannya. Di lain pihak, Newberg dan Waldman memiliki sudut pandang berbeda, “Credo Ergo Sum” Aku percaya maka aku ada. Konsep yang satu ini menekankan bahwa “percaya” adalah dasar eksistensi manusia. Tidak ada kepercayaan sama dengan tidak ada keberadaan. 

     Credo versus Cogito, lagi lagi pertarungan antara instuisi dan logika, antara iman dan akal, antara otak kanan dan otak kiri. Masing-masing memiliki argumentasinya. Jadi mana yang benar-benar benar?. Bagi saya sendiri, sebuah mouse tetap membutuhkan yang namanya klik kanan dan klik kiri, bahkan keduanya saja belum cukup, perlu ada scrool, laser, atupun punggung mouse sandaran telapak tangan. 

     Saya sendiri lebih condong pada cogito sebagai setapak awal menuju puncak ergo sum. Mengapa bukan credo? Saya meyakini bahwa kepercayaan pun diawali dengan sebuah keraguan. Dan untuk menjawab keraguan, manusia perlu berpikir. Setelah itu barulah kita bisa melangkah pada setapak credo. Dari cogito, saya pun menemukan setapak baru, sebuah pijakan yang berlandaskan kesok-tahuan untuk menuju eksistensi diri.

Monday, 12 October 2015

Filantropi Islam dan Misinya, Tulus atau Modus?


Homo homini Lopus. Manusia adalah serigala bagi manusia lain. Seperti itulah Plautus menggambarkan manusia dalam karyanya Asanaria. Makhluk yang hidup untuk saling cakar mencakar dan saling memangsa satu sama lain. Demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya, terkadang manusia rela mengorbankan manusia lainnya. Mereka berbahaya dan tak bisa dipercaya. Bahkan dibalik keluguan dan kebaikan yang dilakukan, tak jarang ada modus dan kepentingan dibaliknya, yang suatu saat menggigit dari belakang. 

Selicik picik kejam itukah manusia? Fenomena perang, penindasan dan keseweng-wenangan mungkin menjadi bukti akan hal itu. Namun, dibandingkan jutaan keburukan tersebut, sungguh tak adil jika kita menafikan milyaran kebaikan yang telah diperbuat manusia. Dengan kata lain, keserigalaan ini hanyalah sebuah penyakit yang masih bisa disembuhkan. Dan obatnya adalah Cinta (Philos). Mungkin terdengar lebay. Tapi hanya dengan Cinta lah, manusia (Antropos) akan saling memanusiakan.

****************

Filantropi dan Penderitaan Ekonomi

  Filantropi merupakan istilah yang tak asing lagi saat ini. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani yaitu “philos” dan “anthropos”. philos yang berarti cinta, dan anthropos yang berarti manusia. Dan jika digabungkan, maka artinya adalah cinta kepada sesama manusia. Tentunya cinta kepada sesama manusia bisa dijewantahkan dalam berbagai macam upaya. Namun Filantropi kerap kali diidentikkan dengan kedermawanan sosial.

Sunday, 31 May 2015

La Garetta’ #8 [Mantra]

Ritual camping pada umumnya, duduk mengelilingi api unggun adalah aktivitas fardhu yang tidak boleh tidak ada. Dan kali ini masing-masing harus berkontribusi memberikan hiburan. Rio dan Ria dangan tarian sajojonya. Galih dengan finger dancenya yang memukau. Jek dengan cerita horornya yang membuat semua orang menahan kencing, menuggu hingga ada yang mau ke toilet duluan. Mojo dengan humor garingnya yang letak kelucuannya hanya ada pada ketidaklucuannya. Sisanya menyumbangkan berbagai macam lagu. Dari Hollywood hingga Bolliwood. Dari keroncong hingga Pop hong kong. Dan Andi dengan petikan gitarnya  menemani hampir semua lagu-lagu malam itu.

Malam semakin larut. Kini giliran satu orang, peserta baru yang hanya ikut-ikutan grup camping sekedar melepaskan dirinya dari hingar bingar suasana megapolitan. Awalnya ia enggan, namun yang lain memaksanya berdiri di tengah lingkaran yang tak jauh dari api ungggun.

Sunday, 19 April 2015

La Garetta’ #7 [Selebritus Palelo Politicus]

Wanita bukanlah satu satunya makhluk yang sering kali mengincar Ilo’. Pengincarnya sampai pada tataran makhluk bernama Homo Politicus, spesies yang sudah terbiasa berenang di sungai yang kotor dan dianggap menjijikkan oleh mereka yang sudah lelah dan menyerah menggantungkan harapannya pada para pemimpin negeri ini.

Banyaknya pengikut Ilo’ menjadi was was tersendiri bagi tiap partai politik. Was - was jika ia akan digaet oleh sang rival atau suatu saat menjadi rival. Sang politikus tentu tahu betul bahwa kepemimpinan adalah seni mempengaruhi. Bukan tentang Kursi. Begitu banyak orang yang tak memiliki jabatan namun ia mendapat posisi yang istimewa di hati masyarakat. Kata-katanya menginspirasi dan memiliki efek dogma bagi pendengarnya. Suatu saat pengikutnya akan bertambah banyak dan kompleksitas mendorong mereka membentuk struktur dan organisasi tersendiri. Orang seperti ini akan sangat berbahaya jika tidak segera diikat dalam lingkaran mereka.

Saturday, 28 March 2015

La Garetta’ #6 [The Dark Side of Charm]

Akhir-akhir ini Ilo’ lebih sering menggalau. Ia semakin khawatir dengan pesonanya yang kadang tak terkendali. Dalam satu kuartal tercatat indeks statik penggemarnya semakin melesat pesat mencapai 163%. Lihat!! Bahkan Badan Pusat Statistik berinisiatif untuk mengadakan sensus penggemarnya.

Thursday, 25 December 2014

La Garetta’ #5 [Kegantengan Hanya Ilusi]



              "Selamat Malam dan Salam pengorbanan. Selamat datang bagi anda yang sudah merasa jenuh dengan ketidakadilan. Bagi anda yang kejelekan rupanya tidak pernah mendapatkan apresiasi sedikitpun dari mereka. Dengan Tema kegantengan hanyalah ilusi, seminar kali ini akan mengobati luka dan melapangkan dada anda, dan menambah optimisme dalam berburuk rupa. "
“Apakah anda siap untuk ikhlas mewarnai dunia?”, Teriakan pembawa acara mengundang respon teriakan ribuan peserta yang menggetarkan dinding dinding auditorium. Saking semangatnya gigi tongos itu hampir tersangkut dikepala mic. Kilauan cahaya lampu sorot terpantul dari kepala botaknya. Dan tampaknya justru itu yang membuat dirinya lebih percaya diri.

“Kawan kawan senasib, kegantengan hanyalah ilusi. Mengapa?” Ruangan membisu.  

Monday, 15 December 2014

Secercah Inspirashit buat anak AI 13

Civic Pacum Parabellum
Assalaamu alaikum.


"Halo adik-adik!. Apa kabar?" (#sok tua, kalimat itu bukan gue banget. Lebih cocok buat Rohmat ama Zain. Duo Syaikh Marbot Andalusia).

Gimana nih kabar tugas Accounting Information System? udah belum? Kalau sudah, ya udah. Keluar dari samudra gue sekarang juga!. Atau masih ada yang bingung? Linglung? Sampai-sampai air mata mengalir lewat hidung?. Tenang-tenang, anda sedang beruntung. Karena pada postingan kali ini gue bakal ngasi kunci jawabannya. APAAA? KUNCI JAWABANNYA.

Sebenarnya sih kunci jawabannya bisa aja gue share lewat email ataupun media lainnya. Tapi berhubung angka statistik pengunjung lagi sepi bulan ini, makanya gue upload aja di Samudra ini. Opurtunis sih emang. Apa boleh buat? tai kambing sudah bulat. So welcome to my Ocean!. Semoga anda terinspirashit dengan segala compa-compa di dalamnya. Hahahaha (#tawa jahat).
Just Cekidot!

Thursday, 4 December 2014

Gunung Gede, Rahim Pendakianku



          Setapak demi setapak batu bercampur tanah ku jejaki demi sebuah puncak. 2 jam telah berlalu, sejauh ini letihnya masih biasa saja. Bukannya sombong, tapi  kaki ku memang terlatih selama dua tahun menapaki beribu kali anak tanggga Andalusia. Dalam sehari minimal ku lewati ±300 anak tangga hanya untuk mondar mandir, naik turun ke WC dan ke bawah. Hitung saja dalam 2 tahun ada berapa kali? (300 x 365 x 2 = 219000). Sayangnya punggungku beda cerita, tekanan Carrier 80 liter yang menempel pada punggung memaksaku untuk beristirahat beberapa kali. Padahal isinya tidak sebanding dengan para pendaki lain yang isinya kompor, tenda dan segala macam.
                Ini adalah pendakian pertamaku. Sebagai pemula aku memilih Gunung Gede Pangrango sebagai pemecah keperawanan pendakianku. Kata mereka gunung ini lumayan cocok buat para newbie. Aku dan Joni bergabung bersama rombongan sahabat sahabat baru dari Fakultas Ekologi Manusia IPB serta dari ITS dan UNESA. Hampir semua cowoknya sudah sering dan berpengalaman naik gunung. Beberapa di antaranya adalah monster; Bang Alam, Gustav, dan Yudo. (untungnya ada Joni di sini. Jadi bukan aku sendiri yang cupu).

Monday, 29 September 2014

7 Reasons Why You will Fall in Love with Macau



    Before we start, there was Indonesian proverb said “Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak cinta”,  means you can't love someone/something if you don't know.
    

So, what is Macau?. Macau is a Special Administrative Region (SAR) of the People’s Republic of China.  It is located on the western bank of the Pearl River Delta in southern Guangdong Province, China.  Macau is the oldest European colony in China. Since the mid 16th Century, Macau became the base of the Portuguese mariners. They established a trading post and base missionary with the permission of local farmers. Portuguese referred back Macau to People’s Republic of China in 1999.

Now days, Macau is the one of the best tour destination in asia. the city’s architecture, religion, traditions, food, art and community reflect the integration of Chinese and Portuguese cultures. Thus, many tourist are interested to explore and enjoy them all. If you don’t believe love at the first sight, come and explore Macau!. There are 7 reason why you will fall in love with Macau. Check this out!

Friday, 5 September 2014

D’ Magank #4 : How the Situation of the Accounting Division

     Brave you self !. Because this is a serious episode. Really?. Hehehe Kidding. I just would like to tell you our activity in accounting division. Prior to that, let me Introduce members of accounting division that we always bother with many questions. Hehehe. Cekidot.

Friday, 29 August 2014

Klara and Pirates of the Kelagian


Prologue


Angin berhembus, membisikkan rayuannya kepada para dedaunan pohon karet. Beberapa daun tampak malu-malu dan hanya membalasnya dengan lambaian. Tapi Sebagiannya lagi benar- benar terlena dengan rayuan si angin. Mereka Rapuh dan terlepas dari dahannya, menari nari mengikuti aliran hembusan rayuan hingga jatuh perlahan lahan dan terbaring di sebuah pekarangan rumah. (Cih, sok puitis. Sejak Kapan ni bocah jadi pujangga?). Di tengah drama alam tersebut, seorang anak muda mulai mengemasi barang-barangnya, ini adalah malam terakhirnya, setelah menjalani proram magang selama 2 bulan, di hutan karet. Satu persatu pakaiannya dimasukkan ke dalam Carier. Dan tiba-tiba handphonenya bergetar. Sebuah pesan misterius masuk.
“Ilham, kamu suka berpetualang?”
Mata si anak muda mulai berbinar seakan baru saja melihat harta karun. Aliran deras adrenalin menjalari tubuhnya dan berujung pada sebuah senyuman. Yeah, it will be the next adventure. Sms selanjutnya lebih detail, ia diajak untuk bertemu Klara. Klara? Siapa dia? Menurut sebagian orang yang mengenalnya dia adalah makhluk yang cantik, indah dan menawan. 

Wednesday, 30 July 2014

D’Magank #3 : Visit Week



This episode would like to tell you what are activities in PT. Huma Indah Mekar.  

     In the second week of our magank, all accounting staffs were busy for closing entries. We couldn’t disturb them with any question. Therefore, we decided to leave office and visit some sectors in PT. HIM in that week for knowing activities of rubber production and it’s supporting. So as we wiil learn about accounting activities in the office, next week we would have highlight about flow chart activities in the company. Cuz, sometime it is confusing if just looking at the number without imagine the activity. 

Wednesday, 23 July 2014

D’Magank #2 : The Lost and The New Routines

       First day of magank, It has same sensation with New Student Orientation. Nervous, curious, anxious, happy, and Challenged are mixed like Cappucino. We will face new fieldwork, new people, new rules and tradition.