Friday, 1 February 2013

"Aku tersesat di sebuah jalan yang bernama kehidupan"

Setelah perang Dunia Shinobi, Seorang genin bernama Ilomaru menuju ke desa Konoha untuk menemui Kakashi Hatake. Mereka sudah janjian ketemuan di atas bukit patung Hokage. Rencananya, Ilomaru ingin belajar teknik Chidori darinya, biar lebih hemat listrik. hehehe(Soalnya tahun ini Subsidi Listrik Dikurangi, PLN menaikkan tarif dasar listriknya sebesar 15%). Setelah lama menunggu akhirnya dia datang juga.

Kakashi   : Maaf Lo’, tadi aku tersesat disebuah jalan yang bernama kehidupan.


Kalimat itu lagi, Ilomaru tahu Kakashi sering mengucapkan itu kepada Senior Naruto, Sasuke dan Sakura. Karena penasaran iapun bertanya,
Ilomaru   :  Sensei, Mengapa kau sering mengucapkan kalimat itu?
Kakashi   :  Kehidupan ini memang sebuah jalan. Dan Kitalah sang musafir yang akan melaluinya.
Ilomaru      : Tapi kenapa harus dianalogikan dengan sebuah jalan, sensei?
Kakashi   : Tidak kah kau tahu bahwa sekarang, kita berjalan diatas lintasan waktu. Melalui berbagai peristiwa dan perubahan. Dari selangkah menjadi sehasta, sehasta menjadi ribuan mil. Detik-detik berganti dengan detik. menit pun silih berganti. Hari-haripun terus berganti. Bulan-bulan...
Ilomaru      : Stop ! itu kan lagu dewa.
Kakashi     : hehe, tapi sekarang kau sudah mengerti bukan?.
Ilomaru     : hay’ (ngangguk2)
Kakashi   : Tapi ingat! pengembaraan hidup tidak selalu berjalan dengan baik. Jalan hidup tak selalu datar dan lurus. Makanya muncul istilah, ”Lika-liku Kehidupan”. Kadang kau harus payah mendaki tanjakan, kadang pula harus berhati-hati saat turunan. Jalan itu tak hanya satu, akan banyak kau temukan persimpangan.
Ilomaru     : Aku ingin melalui semuanya.
Kakashi    : Tak akan bisa. Ingat kau sedang berjalan diatas lintasan waktu. Jalanan yang ditempuh hanya bisa dilewati sekali saja. Tak ada jalan mundur dan tidak ada yang namanya jalan kembali.
Ilomaru   : Bagaimana caranya agar aku tak salah pilih  jalan, sensei?.
Kakashi   : Pertama, Kau harus tahu dulu mau kemana dirimu?. Apa yang engkau cari?. Musafir yang tak punya tujuan, akan selau dihantui kebingungan dan mudah terbawa arus. Bertaklid buta dan hanya menjadi pengekor bagi orang lain. Padahal bisa jadi orang yang diikuti pun bertaklid buta dengan yang lainnya. Sehingga yang ada hanyalah orang buta yang menuntun orang buta. Tak heran saat di tengah samudra, ia akan terombang-ambing dipermainkan angin dan badai. Di tengah belantara, ia akan tersesat dan hilang tanpa jejak.Dan begitu banyak Musafir tersesat seperti itu. Sadar maupun tak sadar.
Ilomaru   : Kata-katamu Super sekali sensei. Tapi apa maksud dari sadar ataupun tak sadar itu?.
Kakashi     : Orang yang tersesat itu ada dua tipe. Ada yang menyadari ketersesatannya dan berusaha untuk mencari arah yang benar. Dan ada pula musafir yang tersesat, namun tak menyadari bahwa dirinya tersesat sehingga ia terus mengira bahwa dirinya berada di jalan yang tepat. Meskipun itu jalan yang salah.
Ilomaru   : Jujur, aku sendiri masih tersesat dan belum mengetahui tujuan hidupku.
Kakashi      : Setidaknya engkau menyadarinya.
Ilomaru     : Tapi sensei, satu yang aku ketahui secara pasti bahwa perjalanan kita hanya akan berakhir pada satu garis finish
Kakashi      : Apa itu?
Ilomaru      : Kematian.
Kakashi      : Semua orang tahu itu.
Ilomaru     : Kalau begitu apalah arti perjalanan hidup ini, sensei?. Berarti tujuan hidup hanya untuk mati, donk. Dan kalau begitu , hidup itu harus dinikmati ! mumpung belum mati, akan kulakukan semua sesuka hati!
Kakashi    : Kau lupa dengan lika-liku kehidupan?. Hidup tidak selalu berbicara tentang kenikmatan. Ada senang berarti ada susah. Semua ada konskuensinya sesuai dengan hukum sebab-akibat. Dan ketika orang yang  berpikir “hidup hanya u/ senang2” mengalami sebuah musibah atau kesusahan, maka ia akan kehilangan arah dan pijakan. Karena dari awal yang diincarnya hanyalah kesenangan.
Ilomaru      : Mau gimana lagi, sensei?. 
Kakashi   : Harus kau tahu, mati bukan akhir dari segalanya.  Kematian memang akhir perjalanan, tapi ia sekaligus menjadi gerbang tujuan yang sebenarnya.
Ilomaru     : Apa itu?
Kakashi   : Itulah akherat yang dijanjikan Tuhan. Para musafir yang menjadikan tanah akherat tujuan sesungguhnya. Akan menjaga setiap langkahnya di jalan yang benar. Karena menyadari tujuan hidupnya di dunia adalah untuk mengabdi kepada Ilahi.
Ilomaru    : Beritahu aku caranya menuju ke sana, Sensei?
Kakashi    : Pelajari ini. (Sambil mengeluarkan sebuah buku)
Ilomaru    : Apa itu? Jangan bilang Icha-icha Paradise?
Kakashi    : hush, Jelas Bukan! Aku menyebutnya Al-Qur’an.
Ilomaru  : Baiklah. BTW ayo kita mulai latihan teknik Chidori yang kau janjikan.
Kakashi   : Lain kali saja. Pelajari saja Kitab itu. Semua ada di dalamnya kok. Termasuk Prinsip dasar teknik Chidori
Tiba-tiba, azan Magrib berkumandang, Kakashi langsung menghilang di balik bom asap, meninggalkan Ilomaru dan bergegas ke Mesjid Raya Konoha.