Friday, 18 January 2013

Ujung jarumpun mengalirkan darah


Laa tahtaqir syay’an shogiiran muhtaqoran. Farubbama asaalatid-daama al ibru
Jangan menghina sesuatu yang kecil, karena kadang kala ujung jarumpun mengalirkan darah


           Orang-orang  menamai mereka Si bocah kecil dan manusia gemuk alias the little boy and Fat man. Ke dua makhluk inilah yang meluluh lantahkan kota hiroshima dan nagasaki. Sebuah tragedi ketidak manusiaan sekaligus pertunjukan kekuatan ilmu pengetahuan yang memakan milyaran dana dan darah. Jumlah korban yang tewas di taksirkan 140 ribu warga hiroshima dan 74 ribu warga nagasaki. Berbagai kecaman pun bermunculan untuk mengutuk tindakan biadab tersebut. Namun jika kembali ditelusuri justru hal itulah yang
mengakhiri perang dunia II dengan segala kehancurannya.  serta itu pula yang menjadi  penyebab bangsa indonesia terlepas dari penjajahan jepang sehingga saat ini kita menghirup udara kebebasan.Dan tak salah jika ada  mahfuzat yang mengatakan “mashaaibu qaumin inda qaumin fawaaid”
Sekarang kita beralih ke pelajaran kimia di bangku SMA. (#lho apa hubungannya). Lanjut bacaan nya dan ikuti saja ceritanya. Jika kami memberikan anda simbol U dan Pu apa yang terlintas dalam memori anda?. (# itukan Uranium dan Plutonium). Pintar sekali, ke dua simbol huruf tersebut menjadi penghias tabel unsur periodik. Memang Hanya beberapa huruf tapi unsur-unsur itulah yang menjadi penyusun utama si little boy dan Fat man hingga mereka menjelma menjadi pembunuh massal. (oh jadi si bocah kecil dan manusia gemuk tadi adalah....). The little boy dan Fatman tak lain adalah nama bom atom yang mendarat di hiroshima dan nagasaki. Si bocah kecil (yang mendarat dihiroshima) mengandung Unsur Uranium sedangkan manusia gemuk (yang mendarat di nagasaki) mengandung Unsur Plutonium. Andaikan ke dua unsur kecil ini belum ditemukan saat itu, mungkin saja peledakan hiroshima dan Nagasaki menjadi batal (#dan kita pun batal merdeka, iyakan?).
Kalau tadi kita di kelas kimia, sekarang kita menuju kelas sejarah. Sejarah telah mencatat begitu banyak bangsa serta kerajaannya lenyap  dikarenakan faktor-faktor dahsyat. Kaum tsamut lenyap karena halilintar dan gempa. Bangsa babilonia yang dua kali menguasai mesopotamia hancur akibat penaklukkan bangsa persia. Kerajaan Abbasiyah runtuh akibat serangan mongol. Majapahit runtuh karena satu per satu daerahnya ditaklukkan oleh Islam. Semuanya hilang akibat bencana alam dahsyat atupun serangan besar-besaran. Tapi  lain halnya dengan peradaban suku maya dan negara adi daya uni soviyet. Suku maya yang terkenal dengan kemajuan astronominya malah hancur karena kemarau ringan. Bukan banjir besar atau tsunami. Menurut para pakar Daerah mereka hanya kekurangan curah hujan 25-40 % namun tak ada wadah seperti sungai atau danau yang bisa dijadikan penampungan. Kalau begitu bagaiman dengan Uni Soviet yang merupakan negara adi daya. Negara ini hancur bukan karena serangan nuklir sebagaimana hiroshima dan nagasaki. Melainkan karena rusak dan terpecahnya sebuah ideologi dari dalam tubuh negara itu sendiri. Sehingga terpecah pula daerah-daerahnya. (#mungkin ini sama dengan yang terjadi pada manusia. Di saat akidah dan keyakinannya rusak maka rusak pula yang lainnya)
Kehadiran  U dan Pu maupun kehancuran suku maya dan uni soviyet menjadi contoh betapa hal sederhana (kelihatannya) terkadang membawa dampak yang sangat besar. Ketika masih duduk di bangku SMA penulis pernah menonton film tokyo drift dan lagi-lagi mendapat nasehat dari tokohnya yang sempat mengutip perkataan confucius.
” hanya karena kurang satu paku, tapal kuda terlepas
karena kurang satu tapal kuda, kudanya berkurang satu
karena kurang 1 kuda untuk ditunggangi, pesannya jadi tak tersampaikan
karena satu pesan yang tak terkirim, menjadi kalah perang”
Awalnya memeng terkesan sepele, namun ibarat bola salju efeknya semakin dan semakin membesar. Dan ini bisa berlaku pada siapa, kapan dan di mana saja. Sepuntung rokok atau api kecil obat nyamuk bisa menybabkan puluhan rumah hangus dan semua harta lenyap. Hanya Karena tanda koma, mahasiswa cerdas mendapat error pada mata kuliah statistik. Seorang Akuntan mungkin saja dipecat gara-gara angka. Bahkan pada tahun 2003 NASA pernah kehilangan tujuh astronot serta Pesawat ulang-alik Columbia yang jatuh hanya disebabkan oleh puing-puing buih. Maka jangan pernah menyepelekan hal-hal kecil. kesuksesan yang kita rintis bertahun-tahun bisa saja lenyap disebabkan hal-hal kecil yang diremehkan.
Kalau masih sanggup belajar, selanjutnya kami akan mengajak anda ke  pelajaran matematika dasar. Tenang aja, ini tak serumit yang anda kira. Kami tak akan mengeluarkan materi aljabar ataupun logaritma dengan segala sin cos tan nya. Ini betul-betul hanyalah dasar. Karena kita hanya membahas angka  NOL yaitu angka yang biasanya dianggap tak punya nilai. (#hahaha itu mah anak SD juga tahu). Berhenti ketawa, sekarang waktunya serius. Dalam hal penjumlahan dan pengurangan angka NOL memang tak ada pengaruhnya. Ia dianggap ketiadaan. Angka yang ditambah ataupun dikurangi dengan NOL hasilnya akan tetap sama. Namun sebaliknya dalam hal perkalian dan pembagian ia sangat menentukan kualitas angka yang diikutinya. Perhatikan contoh berikut (jika masih butuh):

1.000.000.000.000.000.000.000 X 0 = 0 besar
1/0= ∾(tak terhingga)
Kesimpulan:
                Berapa pun banyak nya angka yang dikalikan dengan NOL . Hasilnya akan menurun drastis menjadi NOL.
                Dan sekecil apapun angka yang membagi nol. Hasilnya akan tak terhitung dan ditulis dengan simbol tak terhingga.

Dan rumus ini bisa kita kaitkan dengan apa yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an. (#hey hey inikan bukan pelajaran PAI). Olehnya itu kali ini kita berganti kelas menjadi kelas PAI. Kami memang bukan seorang ustad apalagi kiyai. Namun itu tak akan berpengaruh pada keshohihan  pembahasan ini karena kami masih berstatus murid kiyai. (#dan biasanya murid lebih pandaidari gurunya?)
Mungkin ketika anda membuka  surah al baqarah 164, anda akan mendapat perumpamaan yang sama dengan teori NOL tadi . Dalam  ayat tersebut disebutkan  bahwa jika seseorang berderma  diiringi dengan perasaan riya, ingin dilihat dan disanjung. Maka amalannya akan dihapus seperti tanah yang diletakkan  diatas batu licin  kemudian hujan lebat mengguyurinya hingga batu itu bersih, kosong tanpa tanah. Maka Orang yang berinfak 1 trilliyun namun seatom riya’ berdesit dihatinya , maka amalan tersebut ibarat dikali NOL. Ia tak akan mendapat apa-apa kecuali NOL. (# sadis amat yah). Padahal tanpa ingin dipujipun orang-orang akan kagum pada anda. Tapi ini adalah amalan hati, dan benar-benar sangat sulit menghilangkannya keculi dengan keikhlasan.
Sebaliknya, ketika seseorang melakukan sebuah amalan  dengan mengharapkan ridha Allah semata maka ia akan mendapat balasan yang tak terhingga yaitu syurga. Faman ya’mal mitsqoola dzarratin khairan, yarah.
Maaf, untuk yang satu ini kami tak mengambil contoh dari sedekah, karena takutnya jangan samapi dijadikan acuan untuk bersedekah seperak saja. Bukankah jauh lebih baik jika dermaan dengan jumlah besar diiringi dengan ketulusan yang besar pula.
Diawali dengan tragedi, juga di akhiri  dengan tragedi. Sepertinya tragedi Napoleon akan menjadi penutup dari tulisan ini. pada tahun 1799 perang berkecamuk di daerah timur tengah. Kala itu prancir telah  berhasil merebut Jaffa dan menawan 1200 tentara turki. Entah malaikat apa yang berbisik kepadanya. Napoleon Bonaparte, sang Jendral pasukan prancis berniat membebaskan seluruh tawanan tersebut. Sayangnya saat itu ia sedang influenza dan sering terbatuk-batuk ketika mengomandani pasukan. Tatkala batuk ia pun mengumpat“Ma sacre toux” yang artinya “Batuk sialan”. Tapi, perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan “Massacrez Tous” yang artinya “Bunuh semua”. Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh hanya karena batuk sang jenderal.