Saturday, 2 March 2013

Rumah Gede bikin Cape'


Bukannya sombong, tapi tidak salah jika orang memanggilku sebagai mahasiswa terkaya. Tempat tinggal besar bertingkat tiga dengan berbagai fasilitas. Dispenser? Ada. TV ada. Komputer? ada. Mesin cuci ada. Apalagi? ayo silahkan nanya!.


Wifi? Jangan ditanya. Insyaallah ON 24 jam. Kamar mandi? Yang pastinya gak kalah ama hotel. Kamar mandi semuanya ada 40 ruang lengkap dengan westafel dan cermin gede’ buat foto narsis. Area parkir? Tenang aja! Luasnya dua kali lapangan basket. Sound system? Banyak. Menara? Ada 4 di setiap sudutnya. Kubah? Besar berwarna biru dengan kaligrafi asmaul husna di sekungan dalammya.

Ya, tempat tinggalku adalah Masjid Andalusia. Dan salah satu marbotnya adalah aku . PUAS??.

Dari lantai tiga aku  bisa menikmati berbagai pemadangan di penjuru mata angin. Terutama di pagi dan sore hari. Di sebelah barat tepat di jendela kamarku, akan terlihat mall Bellanova dan gedung sentul city yang begitu malu-malu bersembunyi dibalik pepohonan hijau. Sedikit menengok ke bawah, akan kelihatan jalan raya serta lapangan parkir Andalusia yang cukup luas. Biasanya ini cukup ramai pada hari sabtu dan minggu. Pelari, pejalan kaki, bikers, ataupun para ibu-ibu yang lagi SKJ.

Dari jendela samping  bagian selatan, ada bola-bola raksasa sentul city disertai Pasar ahpoong dengan dua jembatan gantungnya. Pasar ini lumayan nyaman ditempati nongkrong. Selain masuknya gratis, fasilitasnya dan wahananya juga keren. Hanya saja harga makanan kuliner didalamnya tidak setara dengan kantong mahasiswa seperti ku. Solusinya cuma satu!. Belilah terlebih dahulu makanan/ snack di pasar madang tapi makannya di pasar ah poong. Yang pentingkan suasana.

Dari jendela belakang sebelah timur, akan tampak bukit dengan replika huruf raksasa berbentuk SENTUL CITYt. KayaHollywood sign gitu deh. Menengok dikit ke bawah, terlihat replika ka’bah berdiri ditengah rerumputan hijau. Biasanya area ini rame ketika ada pelatihan manasik haji.

Teras atas bagian utara, biasanya kami gunakan untuk menjemur pakaian. Gak ada pemandangan apa apa selain pohon dan jalan raya. Namun jika kita kita naik ke atas lagi, akan tampak haris Hotel berdampingan dengan Sentul International Convention Centre. Ituloh! tempat konsernya Justin Bieber dan Syahrukh khan.

Meskipun demikian tempat tinggal besar tidak selalu menyenangkan. Semua terasa serba jauh. Kamarku sendiri terletak dilantai tiga tepat di sudut barat mesjid. Kalau ada lift memang enak. Tapi yang ada hanyalah 62 anak tangga yang harus dilalui untuk ke sana. Sehingga Untuk turun  naik sama dengan melalui 104 anak tangga. Dan hal seperti itu tidak hanya sekali dalam sehari.

Yang paling males itu kalau dapat giliran nurunin tong sampah ke bawah atau kalau dapat giliran ngangkat gallon dan beras naik ke atas kamar. Wow, kalau setiap  hari kaya gitu, bisa bisa badanku jadi six-pack bro.  dan yang paling bete’ itu jika aku melupakan sesuatu namun baru menyadarinya ketika sudah turun ke bawah.

Kamar mandi kami memang banyak namun letaknya juga di lantai bawah. Sehingga untuk ke sana memakan waktu dan tenaga. Kalau dihitung hitung perjalanan pulang pergi dari kamar ke WC memakan waktu 5 menit. Jadi, jika dalam sehari aku buang air kecil 10 kali. Coba hitung berapa waktu yang terbuang hanya untuk urusan yang satu ini?. Yah, Satu jam. Waktu segitu lumayan loh buat khatamin juz Amma. Dan cerita ini mungkin bertambah seru ketika diare melanda. Untuk yang satu ini gak usah aku ceritain.